RSS

Artikel Pemuda dan Sosialisasi


PEMUDA DAN SOSIALISASI



Apa itu pemuda ??????
Pemuda adalah golongan manusia manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di Indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda.

Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengauh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi.

jadi jelaslah sekarang keragaman pemuda Indonesia dilihat dari kesempatan pendidikannya serta dihubungkan dengan keragaman penduduk dalam suatu wilayah, maka proses sosialisasi yang dialami oleh para pemuda sangat rumit. Sehubungan dengan perkembangan individu pemuda itu sendiri dan dalam rangka melepaskan diri dari ketergantungan pada orang tua, maka pengalaman-pengalaman yang dialainya itu kadang  membingungkan dirinya sendiri.

Pemuda Indonesia
Pemuda dalam pengertian adalah manusia-manusia muda, akan tetapi di Indonesia ini sehubungan dengan adanya program pembinaan generasi muda pengertian pemuda diperinci dan tersurat dengan pasti. Ditinjau dari kelompok umur, maka pemuda Indonesia adalah sebagai berikut :
Masa bayi                    : 0 – 1 tahun
Masa anak                   : 1 – 12 tahun
Masa Puber                 : 12 – 15 tahun
Masa Pemuda             : 15 – 21 tahun
Masa dewasa               : 21 tahun keatas

Dilihat dari segi budaya atau fungsionalya maka dikenal istilah anak, remaja dan dewasa, dengan perincian sebagia berikut :
Golongan anak           : 0 – 12 tahun
Golongan remaja       : 13 – 18 tahun
Golongan dewasa       : 18 (21) tahun keatas
Usia 0-18 tahun adalah merupakan sumber daya manusia muda, 16 – 21 tahun keatas dipandang telah memiliki kematangan pribadi dan 18(21) tahun adalah usia yagn telah diperbolehkan untuk menjadi pegawai baik pemerintah maupun swasta

Dilihat dari segi ideologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun, karena merupakan calon pengganti generasi terdahulu. Pengertian pemuda berdasarkan umur dan lembaga serta ruang lingkup tempat pemuda berada terdiri atas 3 katagori yaitu :
1.       siswa, usia antara 6 – 18 tahun, masih duduk di bangku sekolah
2.      Mahasiswa usia antara 18 – 25 tahun beradi di perguruan tinggi dan akademi
3.      Pemuda di luar lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi yaitu mereka yang berusia 15 – 30 tahun keatas.

Akan tetapi, apabila melihat peran pemuda sehubungan dengan pembangunan, peran itu dibedakan menjadi dua yaitu
1.      Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan. Pemuda dalam hal ini dapat berperan sebagai penerus tradisi dengan jalan menaati tradisi yang berlaku
2.     Didasarkan atas usaha menolak menyesuaikan diri dengan  lingkungan. Peran pemuda jenis ini dapat dirinci dalam tiga sikap, yaitu : pertama jenis pemuda “pembangkit” mereka adalah pengurai  atu pembuka kejelasan dari suatu masalah sosial. Mereka secara tidak langsung ktu mengubah masyarakat dan kebudayaan. Kedua pemuda pdelinkeun atau pemuda nakal. Mereka tidak berniat mengadakan perubahan, baik budaya maupun pada masyarakat, tetapi hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tidnakan menguntungkan bagi dirinya, sekalipun dalam kenyataannya merugikan. Ketiga, pemuda radikal. Mereka berkeinginan besar untuk mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner.

Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai mahluk moral, mahluk sosial. Artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengoreksi. Sebagai mahluk sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendiri, hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian, dan pandangan hidup yagn dianut masyarakat. Sebagai mahluk individual artinya tidak melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disertai ras tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, dan terhadap Tuhan Yang maha Esa.

Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya.
Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli
·         Keluarga
Pertama-tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya, bapaknya dan saudara-saudaranya.
·         Sekolah
Pendidikan di sekolah merupakan wahana sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi secara formal.
·         Teman bermain (kelompok bermain)
Kelompok bermain mempunyai pengaruh besar dan berperan kuat dalam pembentukan kepribadian anak. Dalam kelompok bermain anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya.
·         Media Massa
Media massa seperti media cetak, (surat kabar, majalah, tabloid) maupun media elektronik (televisi, radio, film dan video). Besarnya pengaruh media massa sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
·         Lingkungan kerja
Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi yang terakhir cukup kuat, dan efektif mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang.

Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu produk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendiri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari.


Sosialisasi Pemuda
Melalui proses sosialisasi, seorang pemuda akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menajdi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab. Kedirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk. Dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaiman cari hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya gar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya degnan sistem sosial.

Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu prosuk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari. Asal mula timbulnya kedirian :
1.                Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya. Misalnya ia tidak disukai, tidak dihargai, tidak dipercaya; atau sebaliknya, ida disayangi, baik budi dandapt dipercaya
2.                Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain. Bentuk-bentuk kedirian ini berguna dalam meningkatkan ketaatan anak terhadap norma-norma sosial

Bertitik tolak dari pengertian pemuda, maka sosialisasi pemuda dimulai dari umur 10 tahun dalam lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, dan jalur organisasi formal atau informal untuk berperan sebagai mahluk sosial, mahluk individual bagi pemuda

Thomas Ford Hoult, menyebutkan bahwa proses sosialisasi adalah proses belajar individu untuk bertingkah laku sesuai dengan standar yang terdapatdalam kebudayaan masyarakatnya. Menurut R.S. Lazarus, proses sosialisasi adalah proses akomodasi, dengan mana individu menghambat atau mengubah impuls-impuls sesuai dengan tekanan lingkungan, dan mengembangkan pola-pola nilai dan tingkah laku-tingkah laku yang baru yang sesuai dengan kebudayaan masyarakat


Opini / Pendapat :
Pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya bukan tidak mungkin salah satu dari mereka bisa menjadi pemimpin bangsa. Kita sebagai mahasiswa atau pemuda harus bisa bersosialisasi dalam masyarakat dan mampu memberikan contoh yang baik untuk masyarakat. Karena pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam tatanan kehidupan manusia dan masyarakat secara umum. Selain itu pemuda / mahasiswa mempunyai peranan sebagai pendekar sosial yaitu para pemuda selain mempunyai ide-ide atau gagasan yang perlu juga berperan sebagai perubahan bangsa dan Negara. Oleh siapa lagi kalau bukan oleh generasi selanjutnya yaitu pemuda. Maka dari itu pemuda harus mempunyai ilmu yang tinggi dan berprestasi dengan cara bersekolah atau dengan cara yang lainnya, dengan begitu bangsa ini akan semakin maju, aman dan sentosa. Selain itu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan berrnegara, pemuda harus memiliki kepribadian yang santun. Dengan adanya pemuda mampu menyalurkan aspirasi rakyat kepada pemerintah, tetapi tidak dengan cara yang anarkis. Namun Kini perananan tersebut sudah menurun drastis, karena pemuda sekarang lebih suka dengan kesenangan dan selalu mementingkan diri sendiri.


Sumber:


Artikel Individu, Keluarga dan Masyarakat


HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN


Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak dapat dipisahkan.Keempat aspek tersebut mempunyai keterikatan yang sangat erat.Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara dipihak lain untuk mempertahankan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu sebagai media dimana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Disamping itu, individu juga membutuhkan kebutuhan yakni sebagai wahan bagi individu untuk mrngembangkan dan mencapai poensinya sebagai manusia.



#INDIVIDU
Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga memiliki kepribadian serta tingkah laku spesifik dirinya.terdapat tiga aspek yang melekatsebagai persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-roahaniah dan aspek sosial yang apabila terjadi ke goncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya.

Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan : pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya,  kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga memengaruhi masyarakat.


Dalam hal ini individu bisa dikatakan sebagi manusia perseorangan yang dibentuk oleh tiga aspek. Dalam perkembangan menjadi manusia, sebagaimana diistilahkan oleh Dick Hartoko, individu tersebut menjalalani sebuah sosialisasi. Sosialisasi inilah yang membantu individu mengembangkan ketiga aspek tersebut.Manusia adalah sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat dipisahkan antara jiwa dan raganya, oleh karena itu dalam proses pengembangannya perlu keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohaninya. Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnaya dan saling mengadakan hubungan sosial ditengah-tengah masyarakat.


Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat yang menjadi latar belakang keberadaannya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.


Salah satu bentuk sosialisasi adalah pola pengasuhan anak didalam keluarga, mengingat salah satu fungsi keluarga adalah sebagai media transmisi atas nilai, norma dan simbol yang dianut masyarakat kepada anggotanya yang baru. Dimasyarakat terdapat berbagi bentuk keluarga diman dalma proses pengorganisasiannya mempunyai latar belakng maksud adn tujtuannya sendiri. Pranata keluarga ini bukanlah merupakan fenomena yang tetap melainkan fenomena yang berubah, karena dalam pranata keluarga ini terjadi sebuah krisis. Krisis tersebut sebagai kalangan dikhawatirkan akn meruntuhkan pranata keluarga ini. Akan tetapi bagi kalangan lain apa pun yang terjadi, pranata keluarga ini akan tetap survive.


Manusia sebagai individu selalu berada ditengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuk pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi, tetapi ada kalanya menjadi penghambat pembentukan pribadi.


Pertumbuahan Individu, terdapat tiga aliran konsep pertumbuhan yaitu:
o Aliran asosiasi, pertumbuhan merupakan suatu proses asosiasi, yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara bertahap karena pengaruh baik dari pengalaman luar melalaui panca indera yang menimbulakn sensasi maupun pengalamn dalam mengenal batin sendiri yang menimbulakan refleksi.
o    Aliran psikologi gestalt, pertumbuhan adalah proses diferensiasi yaitu proses pertumbuhan secara perlahan-lahan pada manusia dalam menegnal sesuatu. Pertama mengenal secara keseluruhan, baru kemudian mengenal bagian demi bagian dari lingkungan yang ada.
o    Aliran sosiologi, pertumbuhan merupakan proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial dan sosial yang kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.

Faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
o     Pendirian nativistik, yaitu pertumbuhan individu semata – mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
o  Pendirian empiristik dan evinronmentalistik, yaitu pertumbuhan individu yang semata-mata tergantung kepada lingkungan sdangkan dasra sma sekali tidak berperan
o  Pendirian konvergensi dan interaksionisme, yaitu ineraksi anatara dasra dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
o     Tahap pertumbuhan individu berdasar psikologi.


Fase-fasenya, antara lain: masa vital, masa estetik, masa intelektual dan masa sosial.

#KELUARGA
Keluarga bersal dari bahasa sansekerta kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota”, “kelompok”,”kerabat”.Keluarga adalah lingkungan dimana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah bersatu. Keluarga inti terdiri dari ayah. Ibu, dan anak-anak mereka. Keluarga merupakan unit satuan masyarakat terkecil sekaligus merupakan kelompok kecil dalam masyarakat. Secara umum dapat dikatakan bahwa kelurga merupakan kelompok orang yang mempunyai hubungan darah dan perkawinan terdidiri dari :

·   Keluarga nuklir//inti/batih (nuclear family): yaitu keluarga yang terdiri dari   ayah, ibu dan anak.
·  Keluarga tua (ektentended family): yaitu keluarga kekerabatan yang terdiri dari 3 atau 4 keluarga   batih yang terlibat oleh hubungan orang tua anak atau saudara.
·       Keluarga individu tersebut merupakan salah satu keturunan.




Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat,  keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangannya individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan-hubungan sosial didalam masyarakat yang cukup majemuk. 




Fungsi keluarga secara umum menurut Munandar Soelaeman adalah :
1. Pengatur seksual
·         Hidup bersama atas dasar suka sama suka (kumpul kebo), pergundikan.
·   Hubungan seorang bangsawan dengan gundiknya (zaman praindustri masyarakat barat) atau raja dengan selir.
·         Melahirkan anak pada masa tunangan.
·         Perzinahan, sang lelaki sudah menikah atau sang wanita sudah menikah.
·     Kehidupan bersama seorang yang betarak (celibate, pastoral, birawan, menahan hawa nafsu) dengan orang lain yang juga hidup bertarak atau tidak bertarak.
·         Perzinahn yang kedua-duanya telah menikah.
·  Kehidupan bersama wanita yang berkasta tinggi dengan lelaki yang berkasta rendah.
·    Incest (hubungan seksual dalm satu keluarga), saudara perempuan, bapak dengan anak perempuan, ibu dengan anak lelaki
2. Reroduksi
3. Sosialisasi
4. Pemeliharaan
5. Penempatan anak di dalam masyarakat
7. Kontrol sosial


#MASYARAKAT
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memilki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama secara bersama-sama mengelola kehidupan.Terdapat bebrapa alasan mengapa individu-individu tersebut mengadakan kesepakatan bersama. 

Alasan-alasan tersebut meliputi alasan biologis, psikologis dan sosial. Pembentukan kehidupan bersama itu sendiri melalui beberapa tahapan inetraksi, adaptasi, pengorganisasian tingkah laku, dan terbentuknya perasaan kelompok. 

Setelah melewati tahapan tersebut tebentuklah apa yang dinamakan dengan masyarakat yang bentuknya antara lain adalah masyarkat pemburu dan peramu, peternak, holtikultura, petani, dan industri.Didalam tubuh masyarakat itu sendiri terdapat unsur-unsur persekutuan sosial, media sosial, dan ukuran sosial. Elemen-elemen didalam tubuh masyarakat sendiri cakupannya berubah-ubah bisa bersifat mikro ataupun makro.



#KEBUDAYAAN
IPTEK sebagai paradigma meterialbudaya akun menghasilakan apa yang dikenal dengan kebudayaan teknokratis. Perbedaan anatar teknologis dan teknokratis yaitu teknologis adalah ilmu mengenai penerapan ilmu-ilmu alam demi kebutuhan manusia yang harus diteruskan sedangakan dengan melalui teknokratis manusia hanya tahu dan menguasai alam, atau dengan kata lain adalah cara manusia berhadapan dengan kemungkinan-kemungkinan yang dibuka oleh teknologi.





Pendapat / Opini :
Dalam hubungan individu, keluarga, masyarkat dan kebudayaan, lingkungan sosial yang pertama kalinya yang dijumpai individu dalam lingkungan hidupnya adalah keluarga. Didalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Disamping itu melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitas sebagai anggota keluarganya. Sementara itu masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Didalam masyarakat individu menyuarakan apa-apa yang sudah dipelajari dalam keluarganya. Individu belum bisa dikatakan individu jika ia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkannya potensi kemanusiaannnya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat. Karena Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Dalam kehidupan sosial manusia pasti saling membutuhkan satu sama lain agar tercapai semua kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu hendaknya kita membina hubungan yang baik antar sesama.




Sumber :
http://ahmadprastya.wordpress.com/2011/04/22/individu-keluarga-masyarakat-dan-kebudayaan/
http://muchad.com/hubungan-antara-individu-keluarga-dan-mayarakat.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga                                                                                                                                 

Makna Shalat Sunnah



SHALAT DHUHA SETIAP PAGI  KUNCI MERAIH REZEKI SEPANJANG HARI


Dalam doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT, kita selalu meneyelipkan permohonan doa agar di mudahkan meraih rezeki-Nya dari arah yang tak terduga ....min haitsu laa yahtasib. Pertanyaannya, bagaiman agara rezeki kita dimudahkan? Adakah ibadah yang membantu kita melancarkan datangnya rezeki.

Ternyata Rasulullah telah mencontohkannya untuk kita teladani, yaitu dengan shalat dhuha.  Shalat dhuha adalah ibadah shalat yang dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Shalat sunnat ini yang dilakukan seorang muslim saat waktu dhuha. Waktu dhuha tiba saat matahari mulai naik, kira-kira tujuh hasta setelah terbitnya. Jumlah rakaat shalat dhuha, dari dua hingga duabelas rakaat. Meskipun bernilai sunnah shalat ini mengandung manfaat yang sangat besar bagi umat islam. Salah satunya adalah membuka pintu-pintu rezeki dan keberkahannya.

Rasulullah bersabda dalam Hadists qudsi, “Allah SWT berfirman, “Wahai anak adam, jangan sekali-kali engaku mals mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim dan Thabrani). Dalam Hadist yang lain dikatakan, “Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau di tempat shalatnaya setelah subuh atau melakukan i’tikaf, berzikir dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih lauatan.” (HR Abu Daud)

“Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia aharus disedekahkan untuk setiap ruas itu. “Para sahabat bertanya, “siapa yang kuat melaksanaknnya itu, ya Rasulullah?Beliau menjawab, “Dahak yang di masjid itu lalu ditutupinya denagn tanah, atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah. Atau sekiranya tidak dapat melakukan itu, cukuplah dengan diganti menegerjakan dua rakaat shalat dhuha. (HR Ahmad dan Abu Daud)

Shalat sunnah sangat dianjurkan. Karena ada faedah yang terkandung didalmnya. Salah satunya untuk membuka pintu-pintu rezeki dan keberkahannya. Diantara shalat sunnah tersebut adalah shalat dhuha. Hadist Rasulullah SAW terkait shalat dhuha antar lain :”siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” (HR Turmudzi)

Rezeki adalah hak semua orang dan kemiskinan mendekati kekufuran, maka ibadah dan usaha adalah jawabannya. Dengan mengenal keutamaan dan keajaiban shalat dhuha, semoga kita akan lebih tergerak untuk melaksanakan shalat sunnah ini.
Semoga bermanfaat bagi yang membacanya... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnlah semua kebaikan....
Salam terkasih., dari sahabat untuk sahabat..
Semoga tulisan ini membuka pintu hati yang telah lama terkunci..



#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#

RENUNGAN




Hikmah dan Keutamaan Shalat Subuh

Bismillahi minal Awwali wal Akhiri .... “Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shlatnya” Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya, dan kalau jelek maka jeleklah pula seluruh amalnya. Bagaiman mungkin seorang mukmin mengharapkan kebaikan diakhirat, sedangkan pada hari kiamat bukunya kosong dari shalat subuh tepat waktu?

“Sesunggunya shalat yang berat bagi orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka menegtahui apa yang terkandung didalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah dimasjid) sekalipun dengan merangkak” [HR Al-Bukhari dan Muslim]. Shalat subuh memang shalat wajib yang paling sedikit rakaatnya, yaitu hanya dua rakaat saja. Namun ia menjadi standar keimanan seseorang dan ujian terhadap kejujuran, karena waktunya sangat sempi sampai matahari terbit.

Ada hukum khusus bagi yang meninggalkan shalat subuh. Rasulullah saw telah meneyebutkan hukuman yang berat dan ayang meninggalkan shalat wajib ,rata-rata seorang muslim meninggalkan shalat subuh adalah tidur. “ Setan memillit leher seorang  di antara kalian deengan tiga lilitan ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan setan membisikan , ‘nikamtilah malam yang panjang ini’. Apabila ia bangun lalu mengingat Allah, maka terlepaslah lilitan itu. Apabila ia berwudhu, lepaslah lilitan yang kedua. Kemudian apabila ia shlat lepaslah lilitang yang ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak ia akan terbawa lamban dan malas”.

“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan pada kegelapan (waktu isya dan shubuh)menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” [HR. Abu Dawud, At Tarmidzi dan Ibnu Majah]. Allah akan memberi cahaya yang sangat terang pada hari kiamat nantinya kepada mereka yang menjaga shalat subuh berjamaah 9bagi kaum lelalki di masjid), cahaya itu ada dimana saja, dan tidak mengambilnya ketika melewati Sirath Al-Mustaqim, dana kan tetap bersama mereka samapi mereka masuk surga, Insya Allah.

“Shalat berjamaah (bagi kaum lelaki) lebih utama dari shalat salah seorang kamu yang sendirian, berbanding dua puluh tujuh kali lipat. Malam penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu shalat subuh”. “Kemudian naiklah para malaikat yang meneyertai kamu pada malam harinya, lalu Rabb mereka bertanya pada mereka padahal Dia lebih menegtahui keadaan mereka –‘ Bagaiman hamba2ku ketika kalian tinggalkan/ ?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga’.” [HR. Al-bukhari]

Sedangkan bagi wanita walau shalat di masjid diperbolehkan, shalat di rumah adalah lebih baik dan lebih abnayak pahalanya yaitu yang mengerjakan shalat subuh pada saat para pria sedang shalat subuh di masjid.  Ujian yang membedakan anatara wanita munafik dan wanita mukminin ialah pada permulaan waktu. “Barang siapa yang menuanaikan shalat subuh maka ia berada dalam Jaminan Allah. Shalat subuh menjadikan seluruh umat berada dalam jaminan, penjagaan dan perlindungan Allah sepanjang hari. Barang siapa yang membunuborang yang menunaikan shalat subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga ia akan memebenamkan mukanya kedalam neraka”. [HR Muslim, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

Banayak permasalahan yang bila diurut, bersumber dari pelaksanaan  shalat subuh yang disepelekan. Banyak peristiwa yang terjadi pada kaum pendurhaka terjadi di waktu subuh, yang menandai berakhirnya dominasi  jahliyah dan munculnya cahaya tauhid. “Sesungguhnya saat jatuhnya zdzab kepada mereka ialah waktu subuh, bukanlah subuh itu sudah dekat?” (QS Huud:81). Rutinitas harian dimulainya tergantung pada pelaksanaan shalat subuh. Seluruh urusan dunis seiring dengan wakru shalat yang harus mengikuti  urusan dunia.

“Jika kamu menolong (agama) Allah, maka ia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS Muhammad : 7). “Sungguh Aalah akan menolong orang yang menolong agamanya, sesunggunya Allah Maha Kuat dari Maha Perkasa” (QS Al-Hajj : 40)
          TIPS MENJAGA SHALAT SUBUH :
1.    Ikhlaskan niat karna Allah, dan berikanlah hak-hak-Nya
2.    Bertekad dan introspeksilah diri Anda setiap hari
3.    Bertaubat dari dosa-dosa dan berniatlah untuk tidak mengulang kembali.
4.   Mengurangi makan sebelum tidur serta jauhilah teh dan kopi pada malam hari
5.    Selalu ingat keutamaan dan hikmah shalat subuh , jika perlu tulis dan gantunglag di atas dinding
6.    Perbanayaklah membaca doa agar Allah memberi kesempatan untuk shalat subuh
7.    Carilah kawan yang baik (shalih)
8.    Bantulah dengan tiga buah bel pengingat
9.    Ajaklah orang lain untuk shalat subuh dan mulailah dari lingkungan keluarga
10. Jika anda telah bersiap meninggalkan shalat subuh, hati-hatilah anda bila berada dalam golongan orang-orang yang tidak disukai oleh Allah untuk pergi shalat. Turun keimanan, lemah dan terus berdiam diri.

Amiiiiiiin.
Semoga kita dapat mengambil penegetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah...

Salam terimakasih,
Dari sahabat untuk sahabat
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci.

Copyright 2009 Saling berbagi :D. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates