RSS

Bertahan Hidup dengan Beradaptasi



“Bukan yang paling kuat yang bisa bertahan hidup, bukan juga yang paling pintar. Yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan.” -Charles Darwin.
 
Sebuah Tulisan dari Anne Ahira – Beradaptasi.

Setiap orang mempunyai cara dan kemampuan untuk beradaptasi sendiri-sendiri. Ada orang yang cepat dalam beradaptasi dan ada pula yang lambat.

Untuk bertumbuh, Anda perlu melakukan perubahan. Suatu perubahan selalu menuntut pengorbanan Anda. Baik itu keuangan, waktu, energi atau kreativitas. Kenyataannya, perubahan tanpa pengorbanan bukanlah perubahan yang sebenarnya!

Sebagian orang ada yang menganggap perubahan adalah pertumbuhan,sebagian lagi ada yang beranggapan perubahan adalah penderitaan.

Jika Anda memandang perubahan itu sebagai pertumbuhan, apapun itu pengorbanannya walaupun membuat Anda lebih sedikit menderita, ingat saja pada hasil akhirnya.

Seekor ulat harus berjuang dalam kepompong sebelum menjadi kupu-kupu cantik. Sebuah mutiara pun dihasilkan dari pasir yang masuk ke dalam tubuh kerang yang halus. Untuk menghasilkan mutiara cantik yang berharga ini, sebuah kerang harus menahan sakit yang luar biasa.

Jika Anda ingin merombak keadaan yang telah mapan, pakar manajemen Tom Peters memberikan nasihatnya, “Jangan guncang perahunya. Tenggelamkan dan mulailah bangun yang baru.”

Kadang-kadang Anda harus keluar dari zona aman dan memusnahkan yang lama untuk mendapatkan sesuatu yang baru dan lebih baik.

“Jangan biarkan Anda lumpuh oleh ide-ide perubahan. Beradaptasilah. Lihatlah sebagai peluang yang lebih menguntungkan”.[/quote]

Pelajaran yang saya petik dari pesan pendiri Asian Brain ini adalah kita harus keluar dari zona nyaman kita selama ini. Kenyamanan yang dirasakan selama berada di comfort zone tersebut membuat kita berada disituasi yang sama setiap hari (mungkin hingga ajal menjemput). Keluar dari zona nyaman berarti kita bersiap untuk menahan penderitaan dan beradaptasi untuk sesuatu yang membuat fisik dan mental kita mungkin akan merasa down (baca: menyerah). Contohnya jika anda telah bekerja selama beberapa tahun di perusahaan yang sama. Diperusahaan tersebut anda telah menerima keadaan anda seperti karir yang stuck, teman-teman kantor yang menyenangkan, gaji yang menurut anda pas-pasan, dan anda menerima semua kondisi tersebut karena menurut anda semua kondisi tersebut adalah hal yang anda inginkan.

Tanpa kita sadari zona nyaman itu pasti akan berubah. Teman-teman kantor anda akan meninggalkan kantor tersebut untuk mencari penghasilan yang lebih baik atau karir yang lebih melejit. Saat anda bertemu dengan mereka, berbicara tentang perubahan mereka apakah anda tidak merasakan ada keinginan untuk menyamai atau mungkin melampaui keadaan mereka? Jika tidak ada getaran itu terasa maka anda tidak berhak untuk menyalahkan keadaan karena anda tidak berusaha.

Penyesuaian diri pada manusia ada yang bersifat badani dan ada pula yang tersangkut kehidupan psikis kita. Penyesuaian diri yang bersifat badani itu berarti perubahan-perubahan dalam proses badan/tubuh kita untuk menyesuaikan diri terhadap keadaan lingkungannya. Misalnya, pada saat kita merasa panas, maka akan keluar keringat pada tubuh kita. Keringat itu adalah bentuk penyesuaian tubuh dari suhu yang panas. Penyesuaian diri yang tersangkut kehidupan psikis kita, misalnya pada waktu kita datang ke suatu pesta kita memasang wajah gembira walaupun sebenarnya kita sedih atau tidak gembira. Contoh lain apabila kita datang ke rumah tetangga yang sedang tertimpa musibah maka kita memasang wajah sedih walaupun sebenarnya kita sedang senang.

Agar kita tidak tersisih dari kehidupan ini maka pandai-pandailah dalam menyesuaikan diri karena menyesuaikan diri itu adalah suatu proses yang sulit.


0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright 2009 Saling berbagi :D. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates