RSS

Mengapa Manusia Bisa Mengalami Lupa ???




Lupa sering menimpa siapa saja, anak-anak, orangtua; lelaki, perempuan; miskin, kaya. Iya kalau lupanya itu menyenangkan, misalnya lupa punya utang. Tetapi kalau lupanya merugikan, wah bisa membuat galau, misalnya lupa bahwa hari ini ada ujian di sekolah.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, melupakan sesuatu hal atau peristiwa, dianggap sebagai hal yang biasa. Contohnya, lupa dengan nama seseorang yang menyapa kita di jalan, kita lupa di mana menaruh kunci sepeda motor, atau kita lupa dengan apa yang baru saja hendak kita kerjakan. Namun, ternyata persoalan lupa tidaklah sesederhana yang kita bayangkan. Sebaliknya, persoalan lupa yang kita alami sungguh rumit, serumit dan sekompleks sistem otak kita. Daya ingat yang dimiliki oleh kita sebagai seorang manusia tidaklah sempurna. Karena banyak peristiwa atau kesan yang tidak dapat kita ingat kembali. Ketidakmamapuan kita dalam mengingat kembali apa yang pernah kita alami sebelumnya inilah yang kita namakan atau sebut dengan lupa. Proses dari lupa sendiri yaitu kita akan dengan cepat melupakan sesuatu hal dalam beberapa menit setelah dihafalakan, kemudian berkurang setelah beberapa jam dan mungkin kita akan menjadi lambat mengingatnya setelah beberapa hari.

Mengapa kita bisa lupa?
Kemudian, apakah yang sebenarnya mendasari manusia bisa mengalami lupa?. Pada umunya orang-orang pada percaya bahwa proses lupa yang dialami oleh manusia hanya disebabkan oleh faktor waktu saja, namun berdasarkan teori yang ada dan hasil-hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa ahli menunjukkan bahwa, faktor waktu itu hanya merupakan sebagian dari faktor yang dapat mendasari atau mempengaruhi terjadinya kelupaan.

Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan manusia bisa lupa adalah 
(1) adanya kegagalan dalam penyandian, artinya informasi tidak memasuki otak kita melalui reseptor-reseptor sensorik akibat pengaruh sistem atensi, akibatnya tidak ada informasi yang dapat diingat, dan kegagalan penyandian ini mengacu pada kegagalan memasukkan materi kedalam Long Term Memory. 
(2) adanya kegagalan dalam konsolidasi, artinya hilangnya memori akibat gangguan organik yang terjadi saat pembentukan jejak memori, yang berakibat pada terbentuknya memori-memori yang tidak sempurna, yang bagi individu yang bersangkutan dirasakan sebagai kelupaan. Dari kegagalan konsilidasi ini Short Term Memori tidak mengalami masalah (normal), namun masalah terjadi pada saat pemrosesan perpindahan informasi dari Short Term Memory ke Long Term Memory. 

Kerusakan fungsi memori organik disebabkan antara lain, karena adanya penyakit di otak akibat stroke, infeksi, tumor, dan degeneratif (penurunan kondisi) sehingga ada kerusakan di otak. Akibatnya, fungsi otak terganggu, terutama ingatan. Umumnya, yang pertama kali terganggu ialah ingatan jangka pendek.

Selain kedua faktor tersebut, ada lagi faktor-faktor lain yang menyebabkan manusia bisa mengalami lupa, yaitu:
# Terjadinya decay artinya memudarnya memori seiring dengan berlalunya waktu dan akibat dari jarangnya memori tersebut digunakan.
# Terjadinya displacement artinya informasi yang pernah diperoleh oleh manusia menghilang begitu saja dari sistem memori jangka pendek, karena masuknya tambahan informasi-informasi baru yang terlalu banyak kepada sistem memori jangka pendek tersebut.
# Terjadinya Interfensi artinya bercampur-baurnya atau bertumpang tindihnya memeori-memori yang serupa atau yang sama. Ada dua macam Interfensi, yaitu interfensi retroaktif, dimana informasi yang baru masuk mengganggu proses pemunculan kembali informasi atau memori yang lama. Dan interfensi proaktif, dimana informasi yang telah ada atau memori-memori lama mengganggu proses pemunculan kembali informasi yang baru masuk.
# Kelupaan yang disengaja, pada umumnya dilakukan manusia untuk menghindari kenangan yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang traumatik.
Salah seorang peneliti memori terkemuka saat ini, Elizabeth Loftus, telah menemukan empat alasan utama mengapa orang lupa: kegagalan mengambil informasi, memori-memori yang ada saling mengganggu, kegagalan untuk menyimpan informasi, dan termotivasi untuk melupakan.

Kegagalan mengambil informasi. Pernahkah Anda mau mengatakan sesuatu yang sudah di ujung lidah tetapi sulit mengatakannya? Itulah kegagalan mengambil informasi. Hal ini dapat dijelaskan dengan Teori Pengikisan (Decay Theory). Teori ini menyatakan bahwa setiap informasi baru diperoleh, ini akan meninggalkan jejak di gudang memori kita (di otak). Lama-lama jejak itu berangsur-angsur akan menghilang bila tidak digunakan dan dilatih.

Lupa itu berhubungan dengan memori. Memori adalah ingatan terhadap informasi yang dapat berupa kejadian, fakta, dan pengetahuan. Dalam hidup manusia memori memegang peranan sangat penting karena modal dasar untuk berpikir dan mengatasi masalah.

Orang yang pintar harus punya modal ingatan yang kuat (tidak lupa) dan mempunyai memori yang banyak. Semakin banyak memori yang dimiliki dan semakin kuat ingatannya, maka semakin pintar orang tersebut. Orang yang pintar adalah orang yang mampu mengatasi masalah.

Sayangnya, tidak semua memori dapat diingat oleh setiap orang. Ada memori yang gampang diingat, ada pula yang terlupa dan sulit untuk diingat. Mengapa orang bisa lupa?
Memori-memori yang ada saling mengganggu. Ini dapat dijelaskan dengan Teori Interferensi (Interferance Theory). Teori Interferensi menunjukkan bahwa beberapa kenangan bersaing dan mengganggu kenangan lainnya. Gangguan terjadi terutama pada kenangan-kenangan yang mirip. Misalnya, Anda pernah berkenalan dengan seseorang lalu ingatan Anda bekerja. Suatu hari Anda bertemu dengan seseorang yang memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan kenalan yang pertama. Anda lupa apakah orang yang Anda temui terakhir ini adalah kenalan yang dulu atau bukan.

Kegagalan untuk menyimpan informasi. Kadang-kadang informasi yang hilang bukan karena lupa, melainkan karena terjadi kegagalan pada saat informasi hendak disimpan di gudang memori jangka panjang. Misalnya, ibu berpesan kepada Anda bahwa nanti sepulang Anda dari kuliah diminta membeli bola lampu untuk mengganti lampu kamar mandi yang mati. Saat ibu berpesan Anda sedang sibuk menyemir sepatu, mencari buku yang hendak dibawa ke kampus, mencari-cari kunci sepeda motor. Saat Anda pulang kuliah Anda lupa pesan ibu tadi. Di sini terjadi kegagalan menyimpan informasi, menurut Teori Kegagalan untuk menyimpan informasi (Encoding Failure Theory).

Termotivasi untuk melupakan. Pernahkah Anda patah hati atau mengalami peristiwa menyakitkan hati lainnya yang menurut orang lain tidak mungkin akan terlupakan? Pengalaman traumatis pasti ingin dilupakan oleh kebanyakan orang. Banyak orang bersusah-payah untuk melupakan kenangan-kenangan pahit dengan menghindari tempat-tempat tertentu, lagu-lagu tertentu, kata-kata tertentu. Motivasi untuk melupakan yang kuat dapat membuat orang lupa pada memori tertentu. Ini dijelaskan dalam Teori Motivasi untuk melupakan (Motivated Forgetting Theory).

Kelemahan teori-teori itu
Apa yang disampaikan oleh Elizabeth Loftus di atas saya sampaikan sebatas memberikan penjelasan awal mengapa kita bisa lupa. Seperti halnya teori-teori tentang perilaku manusia lainnya, teori-teori yang disampaikan di atas itu juga mengandung kelemahan.
Misalnya, terhadap teori yang pertama terdapat satu masalah dengan teori ini. Dalam praktik kehidupan kita dan penelitian juga telah menunjukkan bahwa beberapa kenangan sangat stabil dalam memori jangka panjang kita. Bahkan meskipun tidak dilatih dan diingat-ingat.

Kelemahan lain adalah terhadap teori yang keempat. Sulit, bahkan tidak mungkin, untuk memelajari secara ilmiah apakah memori telah ditekan dan diusahakan sekuatnya untuk dilupakan.

Hal yang sering terjadi adalah jika semakin kuat keinginan kita untuk melupakan suatu kenangan, maka akan semakin kuat memori kita terhadap kenangan itu.
Dengan kata lain, ada kenangan-kenangan yang tak dapat kita lupakan, bahkan hingga ajal menjemput. Penyanyi Ebiet G. Ade saja terus teringat pada sebuah kenangan. Padahal kenangan itu hanya tentang bulu. “Ada yang tak mampu kulupa… Bulu lembut di keningmu…” begitu katanya dalam sebuah lagu ciptaannya.

Saya sendiri punya pendapat bahwa orang bisa lupa di antaranya karena mereka tidak dapat memusatkan perhatian pada satu informasi yang diperlukan saat itu juga karena sedang menghadapi masalah-masalah yang menurutnya sulit diatasi. Stres yang cukup mengganggu bahkan depresi akan membuat orang kehilangan konsentrasi.
Hal ini berarti bahwa perkara lupa juga terkait dengan kondisi emosi, mood, atau ranah afeksi (perasaan) seseorang. Kondisi emosi yang tenang dan senang akan memudahkan orang untuk mengingat informasi. Sedangkan kondisi emosi yang tertekan dan sedih akan membuat orang lupa terhadap informasi tertentu.

Bagaimana kita menyikapi pendapat-pendapat tentang alasan mengapa orang bisa lupa yang berlainan ini? Jangan bingung! Dalam dunia ilmu sosial tidak ada satu pun teori yang 100% disetujui semua orang. Cukup masukkan saja dalam gudang memori Anda bahwa ada teori yang menjelaskan mengapa orang bisa lupa. Kalau Anda punya teori sendiri tentang itu, silakan saja diungkapkan di posting Anda masing-masing. Siapa tahu teori 

Anda menggugurkan teori sebelumnya karena berdasarkan penelitian Anda terdapat penjelasan yang lebih logis.

Selain itu, lupa juga mempunyai manfaat. Bayangkan kalau kita tidak pernah lupa. Mungkin kita akan selalu ingat kejadian di masa lalu yang membuat kita kecewa. Hinaan dan perlakuan teman yang tidak menyenangkan akan selalu dikenang. Bisa jadi hari-hari kita akan selalu dibayangi oleh bayangan gelap masa lalu. Belum lagi jika kita sudah ditinggalkan oleh orang-orang yang paling dicintai. Mungkin bapak atau ibu yang telah tiada. Jika kita tidak punya lupa, bayangan mereka akan selalu hadir dalam ingatan. Kita akan selalu ingat betapa sayangnya mereka kepada kita. Kenangan indah bersama mereka tak akan terlupa. Bisa jadi hati kita akan terus merasa sedih. Begitu juga dengan masalah-masalah berat yang menerpa. Tanpa lupa kita akan selalu teringat masalah berat yang terjadi kemarin, seminggu, sebulan atau setahun yang lalu. Masalah itu akan terus membuntuti kita ketika kita tidak bisa lupa. Padahal bisa jadi masalah itu sudah selesai. Namun, bayangannya masih menghantui hari-hari yang kita lalui.

Lupa adalah hukum alam yang tak bisa dirubah. Lupa adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri. Namun ini bukan berarti kita boleh lupa dengan janji atau tidak ingat dengan tugas dan tanggung jawab yang sudah diberi. Kita harus selalu berusaha mengingat hal-hal penting yang harus dilakukan. Untuk itu, manusia membuat catatan di buku harian, pengingat di gadget, atau alarm di jam. Lupa adalah anugerah Yang Maha Kuasa diberikan kepada semua manusia. Tujuannya agar manusia terlepas dari bayang-bayang masa lalu. Dari bayangan kelam yang menghantui atau ingatan indah yang membuaikan. Lupa adalah ciri khas manusia agar meninggalkan apa yang sudah terjadi dan mempersiapkan diri untuk masa depan.

Mari kita lupakan apa yang perlu dilupakan. Ingatlah apa yang perlu diingat. Lupakan masa silam, jangan terlalu sering melihat ke belakang. Lihatlah ke depan, berusaha dan berjuanglah untuk meraih masa depan gemilang.


0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright 2009 Saling berbagi :D. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates