RSS

Economics and Life style



Ekonomi Syariah sebagai Solusi Menghadapi Krisis Ekonomi Global

Keterpurukan ekonomi Indonesia karena krisis ekonomi tahun 1997 mengakibatkan ambruknya dunia perbankan yang berpengaruh pada ketidakstabilan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Goncangan pada sistem manajemen perbankan konvensional yang disebabkan oleh nilai suku bunga yang melonjak tinggi membuat para nasabah peminjam tidak mampu mengembalikan pinjaman. Akibatnya, bank konvensional tidak memiliki dana liquid yang cukup untuk operasionalnya.

Kondisi terpuruknya perekonomian Indonesia (perbankan konvensional) menjadi suatu pembelajaran bagi pemerintah dan para pengambil kebijakan moneter untuk mencoba menerapkan sistem manajemen moneter alternatif. Sistim perbankan konvensional yang mengandalkan permainan spekulasi terhadap suku bunga, belum menunjukkan performansi yang baik dalam memacu pertumbuhan sektor riil di Indonesia. Selain itu, bunga dalam sistem perbankan konvensional dianggap riba oleh sejumlah kalangan ulama. Di sisi lain munculnya, sistim perbankan syariah telah diyakini sebagai solusi terbaik untuk menghadapi krisis ekonomi nasional dan memacu pertumbuhan sektor riil. Secara formal, berdirinya bank syariah telah diatur dengan diamandemennya Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 (dilengkapi dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia). Sejak diberlakukannya undang-undang tersebut maka perbankan syariah dengan prinsip bagi hasil di Indonesia mulai diterapkan. Kenyataan membuktikan bahwa perbankan syariah cukup berhasil bertahan dalam krisis moneter yang mengguncang perbankan nasional.

Ekonomi syariah atau ekonomi islam yang memiliki orientasi terhadap kehidupan duniawi serta surgawi hadir sebagai alternatif dari  sistem ekonomi konvensional yang dianggap kurang kokoh dalam membentengi perekonomian dunia. Diharapkan sistem ekonomi islam dapat berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi suatu negara dan pembangunan bangsa, khususnya Indonesia. Kata ‘Ekonomi Konvensional’ mulai mencuat ketika ekonomi islam mulai mulai berkembang. Sebelumnya kata ‘Ekonomi Konvensional’ biasa kita sebut dengan kata ‘Ekonomi’ saja. Berikut adalah perbedaan yang mendasar antara ekonomi islam dengan ekonomi konvensional:
1.  Dalam ekonomi konvensional terdapat masalah kelangkaan (scarcity). Sedangkan dalam    ekonomi islam tidak mengenal kelangkaan karena Allah membuat segala sesuatunya didunia ini dengan tepat ukuran (Q.S Qamar:49).
2.    Dalam ekonomi konvensional tidak ada elemen nilai dan norma sehingga sering terjadi konflik dan kecurangan saat pelaksanaannya. Berbanding terbalik dengan ekonomi islam yang menonjolkan sikap adil, jujur dan bertanggungjawab.
3.   Ekonomi konvensional berpijak pada materialisme dan sekulerisme. Sementara ekonomi islam berpijak pada Al-Quran, As-Sunnah serta kajian para ulama.
4.    Ekonomi islam menguntungkan semua pihak, termasuk masyarakat kecil. Sedangkan ekonomi konvensional hanya menguntungkan pihak tertentu saja.

Saat ini krisis keuangan global bukan lagi menjadi hal yang biasa-biasa saja. Telah semakin banyak dampak yang ditimbulkan, dimana krisis tersebut, membuat negara maju dan berkembang menghadapi rintangan serius dalam mencapai tujuan pembangunan. Jika coba dirunut pada akar permasalahannya, ternyata ada sebuah esensi yang menguatkan kelemahan nilai uang ini, yakni sebuah sistem. Sistem kapitalis yang selama ini diterapkan oleh banyak negara maju maupun negara berkembang dianggap telah gagal dalam penerapannya.
Sistem ekonomi sosialis pun dianggap belum memenuhi kriteria untuk dijadikan sebagai solusi dari permasalahan krisis global ini. Sebab seperti diketahui, negara China yang merupakan penganut sistem soisalis pun ternyata terkena dampak krisis global yang tidak sedikit. Sedangkan jika dibandingkan dengan negara-negara di tanah Arab jauh lebih mampu menjaga kestabilan keuangannya. Hal tersebutlah yang membuat sistem ekonomi syariah yang diterapkan oleh negara-negara arab mulai lirik oleh sebagian negara-negara nonmuslim didunia.
Sistem syariah diharapkan bisa menjadi solusi dari krisis global yang terjadi saat ini sebab sistem yang diterapkan dalam ekonomi syariah ialah sistem bagi hasil dimana terdapat adanya sebuah kestabilan dalam penanggungan. Keuntungan bukanlah membuat orang menjadi kaya secara egois, dan begitupun sebaliknya. Hal tersebut dianggap mampu membuat perekonomian dunia menjadi stabil.

Sistem Ekonomi Syariah merupakan perwujudan dari paradigma Islam. Pengembangan ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah bukan untuk menyaingi sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi sosialis, tetapi lebih ditujukan untuk mencari suatu sistem ekonomi yang mempunyai kelebihan-kelebihan untuk menutupi kekurangan-kekurangan dari sistem ekonomi yang telah ada. Sistem ekonomi syariah berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis karena dalam syariah eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin sangat ditentang, dan syariah pun melarang penumpukan kekayaan. Sedangkan perbedaan syariah dengan sistem sosialis yaitu dalam syariah kebebasan perorangan dinilai tinggi yang sudah jelas bertentangan dengan ajaran Sosialisme dimana kekuasaan negara sangat kuat dan menentukan.

Dengan demikian, dalam perekonomian secara luas sangat penting ditemukan solusi yang dapat mengatasi krisis yang terjadi secara luas juga. Yaitu dengan menerapkan pola ekonomi syariah, karena akan menampung aspirasi ekonomi kerakyatan sehingga dalam Islam pemenuhan kebutuhan materil dan spiritual benar-benar dijaga keseimbangannya, dan pengaturan oleh negara, meskipun ada, tidak akan bersifat otoriter. Hal tersebutlah yang mendasari alasan mengapa Sisten Ekonomi Syariah dianggap mampu menjadi solusi krisis global yang terjadi saat ini dimana sistem syariah diharapkan mampu menstabilkan perekonomian dunia.



Mengapa Ekonomi  syariah (ekonimi Islam) Perlu Diterapkan?
Peran ekonomi islam dalam percaturan ekonomi Indonesia sangat memiliki pengaruh yang cukup besar. Ekonomi islam perlu diterapkan dan ditingkatkan eksistensinya karena manfaatnya yang luar biasa dalam mengatasi permasalahan bangsa dibandingkan dengan menerapkan sistem ekonomi konvensional yang justru menjerat dan membenani masyarakat, khususnya ‘wong cilik’. Berikut ini adalah sebuah jawaban mengapa perlu diterapkannya ekonomi islam di Indonesia.
·  Mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim dengan persentase 85%. Jadi, sudah sewajarnya ekonomi islam diterapkan kedalam sistem perekonomian Indonesia.
·   Ekonomi islam bersifat universal, artinya tidak hanya ditujukan untuk umat muslim saja, melainkan bagi seluruh umat manusia (rahmatan lil alamin).
·   Sudah banyak masyarakat yang telah menggunakan/menerapkan sistem ekonomi islam, khususnya perbankan syariah.
·       Masyarakat telah merasakan secara langsung manfaat dari pelaksanaan sistem ekonomi islam baik secara individu maupun sosial.

Apabila peluang-peluang ini dimanfaatkan secara serius dan baik, maka bukan tidak mungkin masalah-masalah yang menjerat Indonesia selama ini akan terselesaikan. Secara logika, dasar dan prinsip telah terbukti bahwa ekonomi islam dapat dikatakan lebih baik dan dapat menjawab tantangan global yang rentan krisis daripada ekonomi konvensional. Dengan menerapkan ekonomi islam, bukan tidak mungkin Indonesia bahkan dunia dapat kebal dari krisis ekonomi dan dampak yang dihasilkannya. Untuk perkembangan perekonomian dimasa mendatang, diharapkan ekonomi islam tidak hanya dijadikan produk semata, melainkan menjadi the truly islamic economic which can help to solve economic problems in this country.


0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright 2009 Saling berbagi :D. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates