RSS

Kasus Individu, Keluarga dan Masyarakat



Ini dia Kasus Kelalaian Orang tua Terbaru ??

Lagi, Bocah Tewas Tergelincir dari Eskalator
PEKANBARU, KOMPAS.com - Natalia Pakpahan, (52), warga Jalan Selamat, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, histeris setelah melihat anaknya, Gielbert (12), meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan setelah tergelincir dari eskalator Mal Ciputra, Seraya, Pekanbaru. Natalia terus menangisi jasad sang anaknya yang terbujur kaku di salah satu kamar mayat Rumah Sakit Ibnu Sinah, Pekanbaru.
Entah karena apa, tiba-tiba saja Gielbert tergelincir dari eskalator lantai tiga, saat hendak turun ke lantai dua.
-- Tantri

"Dia sangat terkejut ketika mendapat khabar kalau anaknya meninggal akibat jatuh dari eskalator. Padahal, tadi siang dia masih sempat bercengkerama dengan anaknya ini," kata seorang warga tetangga korban, Julainto, (23).

Sejumlah warga lainnya yang juga turut menjenguk di rumah sakit mengatakan, anak berusia 12 tahun ini sebelumnya sengaja datang ke mal tersebut untuk memenuhi undangan manajemen mal sehubungan acara perayaan Tahun Baru Imlek 2563.

"Dia datang ke Mal Ciputra sekitar pukul 16.00. Tapi, entah karena apa, tiba-tiba saja Gielbert tergelincir dari eskalator lantai tiga, saat hendak turun ke lantai dua," kata seorang guru Gielbert di Sekolah Dasar (SD) Witama School Pekanbaru, Tantri, (32).

Saat ini, sejumlah anggota kepolisian juga telah dikerahkan untuk mengidentifikasi kasus tersebut di lokasi kejadian. Gilbert, yang merupakan siswa SD Witama School, Pekanbaru, sebelumnya dilaporkan tewas mengenaskan setelah tergelincir dari eskalator lantai tiga Mal Ciputra, Seraya, Kamis (2/2/2012) pukul 17.00 WIB.

"Gielbert meninggal di perjalananan menuju ke rumah sakit akibat luka yang dideritanya sangat parah, terutama di bagian kepala," ungkap Tantri.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun manajemen Mal Ciputra terkait kejadian tersebut.

Opini / Pendapat :
Kasus kesalahan fungsi eskalator telah beberapa kali merenggut nyawa atau membahayakan keselamatan pengunjung pusat-pusat perbelanjaan. Persidangan sampai harus dilakukan di tempat kejadian perkara setelah keluarga menuntut manajemen gedung itu lalai dan berujung pada kematian bocah itu. Dari kejadian dan peristiwa ini kita dapat pelajaran berharga sekali untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan escalator,dimana saja kita berada dengan anggota keluarga kita.Usahakan jangan menaiki escalator kalau kondisinya sudah penuh dan jangan memaksakan diri. Mempergunakan escalator jika kita tidak hati-hati dan waspada bisa berakibat fatal bagi kita dan anggota keluarga kita. 

Dan sebaiknya orang tua yang membawa anak perhatikan dan awasi anak-anak di dekat atau ketika memakai eskalator. Jangan sampai bermain di antara eskalator, jangan jongkok, jangan berlarian ketika di eskalator. Juga hati-hati bila membawa orang yang sudah sangat tua.
Walaupun hal-hal di atas sudah diperhatikan, masih ada kemungkinan terjadi kecelakaan. Seperti ilustrasi di atas yang diakibatkan eskalator yang seharusnya naik malah terbalik menjadi turun.
Bila terjadi yang tidak diharapkan,  segeralah matikan eskalator dengan memencet tombol yang biasanya ada di samping eskalator. Dan cepat minta bantuan penyelamatan agar kerusakan atau kematian dapat diminimalisir.




0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright 2009 Saling berbagi :D. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates